Relevansi Antropologi Agama Terhadap Studi al-Qur’an dan Hadits

Pendahuluan

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam, berisikan kumpulan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., yang menjadi petunjuk [hudan] dan pedoman bagi manusia dalam menata kehidupan mereka. Sedangkan sunnah adalah cara yang bisa ditempuh (inisiatif) berdasarkan ajaran Nabi Muhammad Saw. Telah disepakati bersama bahwa sebagai sumber hukum Islam Al-Qur’an menempati posisi pertama kemudian diikuti oleh Hadits sebagai sumber kedua.

Tidak henti-hentinya studi atau kajian terhadap Al-Qur’an dan Hadits dilakukan baik oleh ummat Islam sendiri bahkan oleh para intelektual non muslim untuk mengungkapkan tekstualitas maupun kontekstualisasi dari kedua sumber hukum diatas. Dalam perkembangannya, kajian-kajian tersebut berkembang sehingga tidak hanya berkutat pada produk kajian keilmuan yang telah ada sejak masa lampau akan tetapi dikaitkan dengan keilmuan kekinian yang disajikan secara sistematis dan menggunakan pendekatan metode yang akurat.

Salah satu dari baberapa metode dan pendekatan yang akhir-akhir ini sering digunakan dalam kajian Al-Qur’an dan Hadits adalah pendekatan sosiologi, antropologi, psikologi dan hermeneutis. Dalam makalah ini penulis akan mencoba mengungkapkan Relevansi antropologi agama terhadap Studi Al-Quran dan Hadits.

Al-Qur’an dan Manusia

Al-Qur’an adalah kitab untuk manusia karena seluruhnya berbicara untuk manusia atau berbicara tentang manusia. Manusia adalah animal symbolicium atau hewan yang yang mampu menggunakan menciptakan dan mengembangkan simbol-simbol untuk menyampaikan pesan dari individu kepada individu yang lain. Yang membedakan manusia dengan hewan adalah kemampuan berbahasa yang merupakan sebuah sistem pemaknaan. Sementara menurut Jalaludin Rahmat, al-Qur’an memandang manusia sebagai makhluk  biologis,  psikologis  dan  sosial.  Sebagaimana ada hukum-hukum  yang  berkenaan  dengan  karakteristik biologis manusia, maka ada juga hukum-hukum yang mengendalikan manusia sebagai makhluk psikologis dan makhluk sosial.

Berbicara masalah Antropologi maka yang menjadi objek adalah manusia sebagai makhluk sosial yang secara definisi maupun objek kajiannya hampir sama namun berbeda dengan kajian sosiologi. Kemudian dihadapkan dengan Al-Qur’an dan Hadits yang notabene merupakan sumber primer umat islam dalam beribadah dimana dipastikan bahwa didalamnya akan muncul konsep-konsep sosial manusia maka disanalah Antropologi berperan. Al-Qur’an dan Hadits menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari perwujudan al-Qur’an dan Hadits dalam kegiatan ekonomi, politik bahkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dalam beberapa seminar dan diskusi diistilahkan sebagai The Living Qur’an and Hadits. Meskipun belum begitu menarik perhatian untuk dikaji, namun hal ini perlu disikapi sehingga akan selalu lahir pemikiran-pemikiran yang progresif dalam beragama dan berkehidupan sosial.

Al-Qur’an yang Hidup

Berdasarkan asumsi yang dipaparkan diatas al-Qur’an tidak lagi merupakan suatu benda tanpa makna tetapi merupakan:

  1. Sebuah jagad simbolik tersendiri
  2. Salah satu unsur simbolik dari sebuah jagad simbol yang lebih besar [kehidupan manusia itu sendiri].

Terjadi pergeseran paradigma sehingga teks dimaknai dimaknai secara metaforis. Teks merupakan sebuah model karena teks sesungguhnya adalah gejala sosial itu sendiri, bukan sebuah kitab, surat atau ayat. Beberapa paradigma dalam “Mencari Model Penelitian Sosial Budaya Dalam Studi Al-Qur’an dan Hadits” adalah sebagai berikut:

Paradigma Akulturasi

Peneliti akan mencoba mengetahui proses dan hasil interaksi antara ajaran-ajaran yang ada dalam al-Qur’an dengan sistem kepercayaan atau budaya lokal dalam suatu masyarakat.

Paradigma Fungsional

Digunakan untuk mengetahui fungsi-fungsi dari suatu gejala sosial budaya. Fungsi ini bisa merupakan fungsi sosial atau fungsi kulturalsuatu gejala sosial budaya, seperti pola-pola perilaku yang muncul dari pemaknaan-pemaknaan tertentu terhadap ayat-ayat al-Qur’an. Selain itu akan dikatahui juga fungsi sosio-kultural dari al-Qur’an itu sendiri.

Paradigma Struktural

Mengungkap struktur yang ada dibalik gejala-gejala sosial budaya yang dipelajari atau membangun sebuah model yang juga merupakan struktur sehingga akan dipahami gejala pemaknaan al-Qur’an lewat model struktural tertentu.

Paradigma Fenomenologi

Berusaha mengungkap kesadaran atau pengetahuan pelaku mengenai dunia tempat mereka berada, kesadaran mereka mengenai perilaku-perilaku mereka sendiri. Hal ini dianggap penting karena pemahaman atau pengetahuan mengenai dunia inilah yang dianggap sebagai dasar bagi perwujudan pola-pola perilaku tertentu diwujudkan.

Paradigma Hermeneutic (Interpretive)

Paradigma hermeneutic berbeda dengan hermeneutic dalam kajian teks, karena teks bukan lagi sesuatu yang tertulis tetapi gejala sosial itu sendiri. Dalam artian tertentu gejala sosial budaya memang dapat dikatakan sebagai teks, sebab gejala ini terbangun dari sejumlah simbol-simbol, seperti juga halnya sebuah teks. Sebagai sebuah teks maka gejala sosial tersebut kemudian harus dibaca, ditafsir. Oleh karena itu gejala sosial-budaya tidak sama persis. Dengan teks maka mau tidak mau diperlukan metode yang lain untuk membacanya, untuk menafsirnya. Disinilah terletak perbedaan antara hermeneutic.

9 thoughts on “Relevansi Antropologi Agama Terhadap Studi al-Qur’an dan Hadits

  1. Bagus… jika anda melakukan dakwah bil ilmi al-Qur’an wa al Hadis, semoga bermanfaat dan bisa dikembangkan lebih lanjut bersama teman-teman anda alumni TH agar ilmunya barakah dan yuntafa’ bih. Good Luck forever !

  2. Bos Nashrul, Panjenengan orang Bumi Kartini ya? aq juga tuh! tq ya aq banyak nyedot tulisanmu? ikhlaskan ya ? moga mjadi amal salihmu…….

    1. amin… thanks juga udh menyempatkan membaca.. Approaches to the study of religion-nya Peter connolly menurut saya bagus, disitu ada berbagai pendekatan mulai antropologi, fenomenologi, feminis sampe psikologi juga ada.. versi terjemahnya terbitan LKiS, Seven theories of religion juga bagus… ada tulisannya freud, marx, mircea eliade ato Geertz.. versi terjemahnya terbitan ircisod. atau dulu sy suka baca buku-bukunya amin abdullah kadang-kadang dia nulis di http://aminabd.wordpress.com/

  3. tolong ya,, kirim file ttg islam dan isu-isu kontemporer
    kirim lewat e-mail :hakekiahisti@yahoo.co.id

    1. tentang apa ya… ada beberapa makalah tentang isu-isu aktual perspektif Qur’an & Hadis.. tapi kira-kira 3 bulan lg br selesai.. insyaallah sy posting ato kirim ke email njenengan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s