Sketsa Hidup Jalal ad-Din as-Suyuti

Riwayat Hidup dan Aktivitas Keilmuan as- Suyu>t}i>

Namanya adalah al-H}a>fiz} ‘Abd ar-Rah}ma>n ibn al-Kama>l Abi> Bakr ibn Muh}ammad ibn Sa>biq ad-Di>n ibn al-Fakhr ‘Us|man ibn Naz|ir ad-Di>n al-Hamma>m al-Khud}airi al-Asyut}i al-T}a>luni> al-Mis}ri> as-Sya>fi’i> dengan laqab Jala>l ad-Di>n dan Kunyah Abu> al-Fad}l[1] (selanjutnya disebut as- Suyu>t}i>). Lahir 1 Rajab 849 H/ 3 Oktober 1445 M di kota Kairo dan wafat pada 18 Jumadil Awal 911 H/ 18 Oktober 1505 M di Rawd}ah Mesir. Beberapa generasi keluarga hingga ayahnya merupakan keturunan Persia. Sebagaimana pengakuan as-Suyu>t}i, keluarganya pernah tinggal di Khud}ayriyya, salah satu bagian dari kota Baghdad. Pada masa dinasti Mamluk keluarganya tinggal di kota Asyut yang kemudian dinisbahkan kepada namanya.[2] Ayahnya adalah seorang mufti>, qa>d}i (hakim), dan aktif mengajar di madrasah asy-Syaikhuniyyah hingga meninggal pada tahun 855 H/ 1451 M, ketika as-Suyu>t}i> masih berusia lima tahun tujuh bulan.[3]

As-Suyu>t}i> lahir dan hidup pada masa kekuasaan Dinasti Mamluk Burji di Mesir. Sebagaimana diketahui, terdapat dua pemerintahan yang didirikan oleh kaum Mamluk (para budak), yaitu dinasti Mamluk yang berkuasa di India (1206-1290 M) dan dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir (1250-1517 M). Wilayah kekuasaan dinasti Mamluk Mesir ini meliputi Mesir, Suriah, Hijaz, Yaman, dan daerah s.furat (eufrat). Mesir merupakan salah satu negara Islam yang selamat dari serangan ekspansi bangsa Mongol.[4]

Setelah jatuhnya kota Baghdad (1258 M), banyak ulama dan ilmuwan yang lari dan menetap di Mesir. Sementara itu, melalui dukungan pemerintah dibangun madrasah dan sekolah yang memprioritaskan kajian-kajian sejarah, kedokteran, astronomi, matematika dan ilmu agama. Hal itulah yang menjadikan Ilmu pengetahuan dan peradaban relatif berkembang di wilayah ini.[5] Selain as-Suyu>t}i>, sepanjang kekuasaan dinasti Mamluk tersebut muncul juga nama Ibn Taimiyah (1263-1328 M) dan Ibn H}ajar al-‘Asqala>ni (1372-1449 M) sebagai ulama-ulama besar yang dikenang namanya hingga kini.[6]

Meskipun telah menjadi yatim sejak kecil, as-Suyu>t}i> telah mampu menghafal 30 Juz al-Qur’an dan menghafal banyak riwayat hadits ketika berusia 8 tahun. Ketika genap berumur 14 tahun, as-Suyu>t}i> kemudian melanjutkan studinya dengan mempelajari tafsir, hadis, fiqh dan bahasa di berbagai daerah, bahkan berdasarkan catatan sejarah ia belajar hingga ke Syam, Hijaz, Yaman, India dan Maghrib. Di antara gurunya adalah Jala>l ad-Di>n al-Mah}alli (w. 864 H), ‘Alam ad-Di>n al-Bulqi>ni> (w. 868 H), Syaraf ad-Di>n al-Muna>wi> (w. 871 H), Muh}yi ad-Di>n al-Ka>fyaji (w. 879 H)>.[7]

Memulai karir intelektualnya, pada tahun 867 H/ 1463 M sepulang menunaikan ibadah haji, ia mengajar di madrasah as-Syaikhuniyyah, sehingga pada tahun 872 H/ 1467 M. Ia juga berkesempatan mengajar dan memulai kembali tradisi imla>’ al-h{adi>s| (metode yang telah ditinggalkan selama 20 tahun setelah meninggalnya Ibn H}ajar al-‘Asqala>ni) di Madrasah Ibn Tulun. Atas kecemerlangannya, pada tahun 877 H/ 1472 M ia meraih gelar sebagai guru besar (the post of teacher of hadith) di Madrasah as-Syaikhuniyyah melalui rekomendasi salah satu gurunya, al-Ka>fyaji. Pada 888 H/ 1483 M memperoleh gelar atas kemampuannya melakukan ijtihad dalam salah satu mazhab fiqih, dalam hal ini mazhab syafi’i. Pada kurang lebih dua tahun sebelum 900 H/ 1494 M. atas konsistensinya dalam ber-ijtihad Ia juga memproklamirkan diri sebagai pembaharu Islam (mujaddid).[8]

Pada tahun 891 H/ 1486 M ia juga mengajar di madrasah al-Baybarsiyya hingga pada tahun 906 H/ 1501 M. Namun kemudian ia dibebastugaskan atas tuduhan penyelewengan tanggung jawab pengelolaan inventaris lembaga. Hal ini terjadi karena tindakan dan kebijaksanaan as-Suyu>t}i> yang tidak disenangi oleh penguasa setempat. Tiga tahun kemudian ia ditunjuk kembali untuk menduduki jabatan yang sama namun ia tetap memilih mengasingkan diri dan melanjutkan tulisan-tulisannya di pulau Rawd}ah di dekat sungai Nil hingga wafat.[9]

As-Suyu>t}i> wafat dengan meninggalkan waisan-warisan intelektual yang sangat berharga. Ia telah berjasa menampilkan kembali manuskrip-manuskrip yang pada waktu itu telah dianggap hilang. Itu semua merupakan prestasi luar biasa yang pernah diraih seorang intelektual muslim pada masanya, bahkan hingga sekarang.

Muhammad Arkoun, seorang modernis berkebangsaan Aljazair mengungkapkan bahwa as-Suyu>t}i> merupakan penulis yang banyak mendokumentasikan ilmu-ilmu yang telah dikembangkan oleh generasi-generasi terdahulu. Ia menggali khazanah yang begitu luas dan telah menyelamatkan banyak informasi yang mungkin bisa hilang atau bahkan selamanya tetap tidak pernah dikenal.[10] Ignaz Goldziher juga mengapresiasi as-Suyu>t}i> sebagai sarjana Mesir yang cukup concern dan produktif menghasilkan karya-karya terutama dalam wilayah tafsir bil-ma’sur[11] meskipun menurut Philip K. Hitti karya-karyanya tersebut banyak dinilai tidak orisinil.[12]

Karya-karya as-Suyu>t}i>

Sejak kecil as-Suyu>t}i> dikenal sebagai seorang yang sangat gemar membaca, sehingga mendapat julukan “ibn al-kutub (kutu buku). Sebagai seorang intelektual pada masanya, as-Suyu>t}i> juga tergolong sangat produktif dalam menulis. Bahkan aktifitas tersebut telah dimulai sejak berumur 17 tahun, sehingga banyak peneliti menobatkan as-Suyu>t}i> sebagai penulis paling produktif dalam literatur Arab (the most prolific writer in Arabic literature). Ratusan karya telah dihasilkannya, meliputi karya-karya besar dalam sejumlah jilid yang tebal sejenis kompilasi (al-majmu>’at) atau ensiklopedi (al-mausu>’a>t), juga karya-karya berupa catatan kecil (ar-risa>lah).[13]

Dalam bidang Tafsir dan Ulumul Qur’an, Selain ad-Durr al-Mans|u>r  fi> at-Tafsi>r al-Ma’s|u>r yang dikaji dalam skripsi ini, diantara karya-karya besarnya adalah Luba>b an-Nuqu>l fi> Asba>b an-Nuzu>l, sebuah kitab yang membahas ragam peristiwa yang menjadi latar belakang turunnya ayat-ayat al-Qur’an (Istanbul, 1290), beberapa kali dicetak di margin kitab Tafsi>r al-Jala>lain, sebuah kitab tafsir yang ditulis bersama gurunya Jala>l ad-di>n al-Mah}alli> (w. 864 H/ 1459 M) dan diselesaikan oleh as-Suyu>t}i> selama 40 hari pada tahun 970 H/ 1465 M. Kitab tafsir ini sangat populer dan telah dicetak beberapa kali (Bombay, 1884; Lucknow, 1869; Calcutta, 1257; Delhi, 1884; Cairo, 1300, 1301, 1308, 1313, 1328; dan lain-lain).[14]

As-Suyu>t}i> juga menulis kitab syarh (komentar) tafsir besar bernama Majma>’ al-Bah}rain wa Mat}la’ al-Bad}rain, akan tetapi tidak jelas apakah karya ini hilang ataukah belum disempurnakan. Hanya pengantarnya saja yang masih selamat dan dapat dibaca, yaitu dalam at-Tah}bi>r fi ‘Ilm at-Tafsi>r (ditulis secara terpisah pada tahun 872 H/ 1367 M), kemudian ia mengembangkan dan memperluas karya ini menjadi kitab al-Itqa>n fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n, yang merupakan penyajian yang paling lengkap tentang seluruh pokok persoalan ilmu-ilmu al-Qur’an (diedit oleh Basyiruddin dan Nur al-Haqq dengan analisa dari A. Sprenger, Calcutta, 1841/ 1854 M, diterbitkan di Cairo: 1278, 1307, 1317 M).

Di antara karya as-Suyu>t}i> dalam bidang hadis dan Ulumul Hadis, Ja>mi’ al-Mas>ani>d, yang juga disebut Ja>mi’ al-Jawa>mi’ atau Ja>mi’ al-Kabi>r, sebuah kitab yang menghimpun sunnah qauliyyah (sabda-sabda; perkataan) Nabi Muhammad saw. Ia juga telah menyusun kitab yang lebih kecil, yaitu al-Ja>mi’ as-Sagi>r dengan memberikan suplemen (az-ziya>dah). Karya lainnya adalah Minha>j al-Umma>l fi> Sunan al-Aqwa>l wa al-Af’a>l yang mengandung sunnah qauliyyah sekaligus fi’liyyah (perilaku; perbuatan-perbuatan Nabi). Kemudian as-Suyu>t}i> menyatukan kitab ini menjadi Ga>yat al-Ummal fi> Sunan al-Aqwa>l dan akhirnya menghimpun bersama sunnah qauliyyah dan fi’liyyah dalam karyanya Kanz al-Ummal fi S|ubu>t as-Sunnah al-Aqwa>l wa al-Af’a>l (Haidirabat, 1312/ 1313, 8 volume). Kifa>yat at-Ta>lib al-Labi>b fi Khas}a>’is al-H}abi>b al-Ma’ru>fah bi al-Khas}a>’is al-Kubra, Kitab al-Maudu>’a>t, An-Nukut al-Badi>’a>t ‘ala al-Mawd}u>’a>t (yang identik dengan kitab al-Ta’aqquba>t ‘ala al-Maudu>’a>t), al-La>’i al-Mas}nu>’ah fi al-Ah}a>di>s| al-Mawd}u>’ah, Tadri>b ar-Ra>wi> fi Syarh Taqri>b an-Nawa>wi>, dan lain-lain.

Dalam wilayah filologi Arab, as-Suyu>t}i> menulis beberapa buku, di antaranya adalah al-Muzhi>r fi> ‘Ulu>m al-Lugah (Bulaq, 1282; Cairo 1323) yang merupakan karya ensiklopedi bahasa dan sastra arab, al-Iqtira>h} fi ‘Ilm Us}u>l al-Nah}wi wa Jida>lih, al-Asyba>h wa an-Naz}a>’ir fi> al-Lugah (Haidirat, 1317) dan Bugyat al-Wu’a>h (Cairo, 1326), al-Akhba>r al-Marwiyyah fi Sabab wad’ al-‘Arabiyyah (Istambul, 1320/1322), al-Bahjah al-Mard}iyyah fi Syarh} al-Alfiyah (Cairo, 1310), yang merupkan komentar (syarh) kitab Alfiyah ibn Ma>lik, Syarh Ibn Hisya>m, Al-Fari>dah fi> an-Nah}w wa at-Tas}ri>f wa al-Khat}t} (Fas 1319).

Dalam bidang sejarah, as-Suyu>t}i> telah menyumbangkan tiga buah karya, satu dalam sejarah para khalifah, berjudul Ta>ri>kh al-Khulafa>’, (Calcutta, 1851; dan beberapa kitab yang sudah diterjemahkan oleh H.S. Jarret dalam bahasa Inggris (Calcutta, 1881). Lalu dalam sejarah Mesir dengan judul buku H}usn al-Muha>d}arah fi Akhba>r Mis}r wa al-Qa>hirah (Cairo, 1860). Ia juga menulis kumpulan biografi para penafsir al-Qur’an, berjudul T}abaqa>t al-Mufassiri>n (Leiden, 1839).

Dalam bidang sastra Arab, al-Suyuti menyusun kitab al-Maqa>ma>t, Rast al-Zu’al min al-Sih}r al-H}ala>l, Jawa>hir al-H}ikaya>t wa al-As’ilah wa al-Lat}a>’if wa ar-Riwa>yah wa Ams|ilah, kitab Man Nu>h}a ila Nawa>dir al-Juha dan lain sebagainya.[15]

Dalam wilayah medis as-Suyu>t}i> juga menulis kitab ar-Rah}mah fi> at-T}ib wa al-H}ikmah. Kepiawaiannya terlihat melalui karya-karyanya yang terpisah dalam berbagai disiplin ilmu. Lebih lanjut tampak pada sebuah ensiklopedi yang mencakup 14 bidang pengetahuan berjudul, al-Us}u>l al-Muhimmah li ‘Ulu>m al-Jammah (Bombay, 1309, Fas, 1317 dan lain-lain.

Selain beberapa kitab yang disebutkan di atas, as-Suyu>t}i> sendiri dalam kitabnya H}usn al-Muha>d}arah fi Akhba>r Mis}r wa al-Qa>hirah menyebutkan 281 kitab karyanya, diantaranya:

Tafsir & Ulum al-Qur’an

1)      Al-Alfiyah fi al-Qira>’at al-‘Asyr

2)      Al-Ikli>l fi Istinba>t at-Tanzi>l

3)      H}a>syiyah ‘ala Tafsi>r al-Baid}a>wi>

4)      Khuma>’il az-Zuhr fi Fad}a’il as-Suwar

5)      Mu’tarak al-Aqra>n fi I’ja>z al-Qur’a>n

6)      Mufh}ima>t al-Aqra>n fi Mubhama>t al-Qur’a>n

7)      Syarh as-Sya>t}ibiyyah

8)      Takmilah Tafsi>r as-Syaikh Jala>l addi>n al-Mah}alli>

9)      Tana>suq ad-Durur fi Tana>sub as-Suwar

Hadis

1)      Abwa>b as-Sa’a>dah fi Asba>b as-Syaha>dah

2)      Ad-Di>ba>j ‘an S}ah}i>h} al-Muslim ibn al-Hajja>j

3)      Ad-Durar al-Muntas|irah fi al-Aha>di>s al-Musytahirah

4)      Al-Aha>di>s| al-Manfiyah

5)      Al-Luma’ fi Asma>’ man Wad}a’a

6)      Al-Madraj ila al-Mudraj

7)      Al-Musalsala>t al-Kubra

8)      Asma>’ al-Mudallis|i>n

9)      At-Ta’ri>f bi A>da>b at-Ta’li>f

10)  At-Tahz|i>b fi az-Zawa>’id ‘ala at-Taqri>b

11)  At-Tawsyi>h ‘ala al-Ja>mi’ as-Sah}i>h}

12)  Durr as-S}aha>bah fi Man Dakhala Mis}r min as-S}aha>bah

13)  Is’a>f al-Mubat}t}a bi Rija>l al-Muwat}t}>a’

14)  Jam’ al-Jawa>mi’

15)  Jiyad al-Musalsala>t

16)  Kasyf an-Nuqa>b ‘an al-Alqa>b

17)  Kasyf at-Talbi>s ‘an Qalb ahl at-Tadli>s

18)  Lubb al-Luba>b fi Tahri>r al-Ans}a>b

19)  Man Wa>faqat Kunyatuh Kunyatu Zawjjatih min as-S}aha>bah

20)  Marqa>t as-Su’u>d ila Sunan Abi> Da>wud

21)  Mifta>h al-Jannah fi al-I’tis}a>m bi as-Sunnah

22)  Syarh Sunan an-Nasa>’i

23)  Syarh Sunan Ibn Ma>jah

24)  Tanwi>r al-H}awa>lik ‘ala Muwat}t}a’ Ma>lik

25)  Taqri>b al-Gari>b

26)  Taz|kirah al-Mu’tasiy min H}adi>s|i man H}addas|a wa Nasiya

27)  Tuh}fah an-Na>bih bi at-Takhli>s} al-Mutasya>bih

28)  Zawa>’id ar-Rija>l ‘ala Tahz|i>b al-Kama>l

Fiqih

1)      Al-Asyba>h wa an-Naz}a>’ir fi Qawa>’id wa Furu>’ Fiqh as-Sya>fi’iyyah

2)      Al-H}a>wi> fi al-Fata>wa

3)      Mukhtas}ar al-Ah}ka>m as-Sult}a>niyyah li al-Ma>wardiy

4)      Mukhtas}ar ar-Rawd}ah al-Qunyah

5)      Mukhtas}ar at-Tanbi>h al-Wa>fi>

6)      Tasyni>f al-Asma>’ bi Masa>’il al-Ijma>’

Tarikh & Tabaqat

1)      ‘Ain al-Is}a>bah fi Ma’rifah as-S}aha>bah

2)      Al-Arj fi al-Faraj

3)      Al-Wasa>’il fi Ma’rifat al-Awa>’il

4)      As-Syama>ri>kh fi ‘Ilm at-Ta>ri>kh

5)      Di>wa>n al-H}ayawa>n

6)      H}ilyat al-Awliya>’

7)      T}abaqa>t al-Fuqaha>’ as-Sya>fi’iyyah

8)      T}abaqa>t al-huffa>z}

9)      T}abaqa>t al-Us}u>liyyi>n

10)  T}abaqa>t an-Nuh}a>t al-Kubra, al-Wust}a, as-S}ugra

11)  T}abaqa>t Syu’ara>’ al-‘Arab

12)  Tarjamah al-Bulqi>ni>

13)  Tarjamah an-Nawa>wi

Lughah

1)      Al-Mazhar fi> al-Lugah

2)      Al-Muhaz|z|ab fi Ma> Waqa’a fi al-Qur’a>n min al-Mu’rab

3)      Ham’ al-Hawa>mi’

4)      Jam’u al-Jawa>mi’

5)      Lum’ah al-Isyra>q fi al-Isytiqa>q

Tasawwuf

1)      Al-Iftira>d} ‘ala rad al-I’tira>d}

2)      Al-Ma’a>ni> ad-Daqi>qah fi Idra>k al-Haqi>qah

3)      Al-Qawl al-Masyriq fi Tah}ri>m al-Isytiga>l bi al-Mantiq

4)      Al-Qawl al-Mujmal fi rad ‘ala al-Muhmal

5)      Tanbi>h al-Gabiy bi Tabra’at Ibn ‘Arabiy.


[1] Muh}ammad H}usain az|-Z|ahabi, at-Tafsi>r wa al-Mufassiru>n (Beirut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1976) Jilid I, hlm. 251.

[2] E. Geoffroy. “al-Suyu>ti” dalam The Encyclopedia of Islam, (Leiden: Brill, 1997), Vol. IX, hlm. 913.

[3] Dewan redaksi Ensiklopedi Islam, “as-Suyuti” dalam Ensiklopedi Islam (Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997), Jilid 4, hlm. 324.

[4] Jala>l ad-Di>n as-Suyu>t}i>, at-Tah}bi>r fi> ‘Ilm at-Tafsi>r (Beirut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1988). hlm. 17.

[5] As-Suyu>t}i>, Asba>b Wuru>d al-H}adi>s| aw al-Luma’ fi> Asba>b al-H}adi>s| (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1984), hlm. 36.

[6] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003). hlm. 24.

[7] As-Suyu>t}i>, Tadri>b ar-Ra>wi> fi> Syarh Taqri>b an-Nawa>wi> (Beirut: Da>r al-Fikr, 1988). hlm. 12.

[8] E. Geoffroy. “al-Suyu>ti” dalam The Encyclopedia of Islam, hlm. 914.

[9] As-Suyu>t}i>, at-Tahbi>r fi ‘Ilm at-Tafsi>r, hlm. 40-41.

[10] Mohammed Arkoun, Kajian Kontemporer al-Qur’an, terj. Hidayatullah (Bandung: Pustaka, 1998), hlm. 3.

[11] Ignaz Goldziher, Mazhab Tafsir dari Aliran Klasik hingga Modern, terj. Alaika Salamullah (Yogyakarta: eLSAQ Press, 2003), hlm. 87-88.

[12] Philip K. Hitti, History of The Arabs: Rujukan Induk dan paling Otoritatif tentang Sejarah Peradaban Islam, terj. R. Cecep Lukman (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2008), hlm. 88.

[13] Menurut Muh}ammad ibn Ah}mad ibn Iya>s al-Mis}ri (w. 930 H), salah satu murid as-Suyu>t}i> mengatakan bahwa karya gurunya mencapai 600 buah, Muhammad ‘Ali> ad-Da>wudi> al-Ma>likiy al-Mis}ri al-H}a>fiz} Syams ad-Di>n (w. 945 H), juga murid as-Suyu>t}i> mengatakan 500 buah, Ahmad Syarqawi mengatakan 725 buah, sedangkan Brocleman, seorang Orientalis berkebangsaan Jerman mengatakan 415 buah. Lihat as-Suyu>t}i>, at-Tahbi>r fi> ‘Ilm at-Tafsi>r, hlm. 46-49.

[14] Brockelmann. “al-Suyu>t}i” dalam E. J. Brill’s First Encyclopaedia of Islam 1913-1936, (Leiden: Brill, 1987), Vol. VII, hlm. 573.

[15] Brockelmann. “al-Suyu>t}i” dalam E. J. Brill’s First Encyclopaedia of Islam 1913-1936, hlm. 573-575.

One thought on “Sketsa Hidup Jalal ad-Din as-Suyuti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s